AS Model Sinergi Triple Helix Pendidikan Vokasi, Industri, dan Pemerintah untuk Penguatan SDM dan Keselamatan Pelayaran Indonesia Big Data 2020–2023
Keywords:
Analisis klaster, Kepuasan pemangku kepentingan, Kebijakan maritim Indonesia, Principal Component Analysis, Model Triple HelixAbstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana sinergi Triple Helix antara pendidikan vokasi, industri maritim, dan regulasi pemerintah mempengaruhi kualitas sumber daya manusia pelayaran di Indonesia selama periode 2020–2023. Fokus kami adalah mengevaluasi kesesuaian sistem pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dan kebijakan nasional secara kuantitatif. Studi ini berlandaskan model inovasi Triple Helix yang memandang kolaborasi antara institusi sebagai penggerak utama peningkatan kapasitas dan keselarasan sistem vokasi maritim. Kami menggunakan analisis statistik deskriptif, korelasi Pearson, Principal Component Analysis (PCA), dan klasterisasi K-Means berbasis data nasional dari PDDikti, Statistik Transportasi Laut, dan UNCTAD. Validasi model dilakukan melalui uji multikolinearitas (VIF < 1.2) dan uji normalitas residual (Shapiro–Wilk = 0.972, p = 0.28). Hasil menunjukkan bahwa dua komponen utama PCA menjelaskan 55,3% variasi data. Klasterisasi menghasilkan tiga kelompok dengan pseudo F = 16,09 dan R² = 40,1%. Menariknya, Kepuasan Stakeholder tidak berkorelasi signifikan dengan input pendidikan (r = –0,26), yang dapat mencerminkan stagnasi kebijakan atau respons industri yang tidak merata. Temuan ini menyajikan kerangka evaluasi berbasis data yang dapat digunakan untuk reformasi kebijakan vokasi maritim. Studi ini berkontribusi secara teoretis dan praktis dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.