ANALISIS PERRBANDINGAN AKURASI METODE BARINGAN BENDA ASTRONOMI DALAM PENENTUAN POSISI KAPAL DENGAN SISTEM NAVIGASI ELEKTRONIK MODERN (GPS)
Abstract
Penentuan posisi kapal adalah suatu proses menentukan posisi atau kedudukan kapal untuk mengetahui koordinat titik (lintang dan bujur) pada suatu wilayah. Tujuannya adalah untuk navigasi yang aman dan efisien. Metode penentuan posisi bisa beragam, mulai dari cara tradisional seperti menggunakan sextant dan benda astronomi, hingga teknologi modern seperti GPS dll. Dalam kondisi darurat atau ketika sistem elektronik mengalami gangguan, kemampuan untuk menentukan posisi kapal menggunakan metode baringan benda astronomi menjadi alternatif terakhir sangat penting, Perbandingan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi akurasi kedua metode tersebut, seperti kondisi cuaca, kegagalan sistem pengoperasian dan kesalahan pengamatan serta meninjau kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi akurasi penentuan posisi kapal menggunakan metode baringan benda astronomi dan bagaimana hasil perbandingan akurasi posisi kapal metode baringan benda astronomi dengan sistem navigasi elektronik (GPS). Pada peneltian ini dilaksanakan di atas kapal MV.ABM JINJU saat peneliti melaksananan praktek laut selama 12 bulan. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode baringan benda astronomi yaitu matahari dapat dijadikan alternatif dalam bernavigasi, dibuktikan dengan hasil perbandingan posisi kapal secara astronomi dengan sistem navigasi elektronik (GPS) menghasilkan selisih yang relatif kecil, baik selisih secara rentang jarak maupun titik koordinat yang dihasilkan. Faktor yang mempengaruhi akurasi pada metode baringan benda astronomi antara lain: kondisi alat dan kemampuan dalam penggunaan Sextant, pemahaman terhadap prinsip dasar ilmu navigasi astronomi termasuk kemampuan dalam menggunakan almanak nautika serta ketelitian perhitungan, dan faktor alam berupa kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi visibilitas langit saat pengamat melakukan baringan.
Kata kunci: Baringan Benda Astronomi, Akurasi, dan Penentuan Posisi Kapal